Serangan Hama Tikus Meratakan Tanaman Jagung di Grobogan, Petani Terancam Gagal Panen Total
GROBOGAN – Kabar duka menyelimuti para petani jagung di wilayah Kabupaten Grobogan. Harapan untuk meraup untung pada musim tanam kali ini seketika sirna setelah kawanan hama tikus menyerang lahan pertanian mereka secara masif. Tidak main-main, ratusan hektare tanaman jagung yang rata-rata baru memasuki masa pertumbuhan hingga menjelang berbuah hancur merata hanya dalam hitungan malam.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi areal persawahan tampak memprihatinkan. Batang-batang jagung yang semula berdiri hijau kini roboh dan terpotong di bagian pangkalnya. Buah jagung muda yang mulai tumbuh terlihat habis dikerogoti oleh kawanan hama pengerat tersebut.
Kerusakan Masif Hanya dalam Semalam
Menurut pengakuan beberapa petani setempat, serangan tikus tahun ini tergolong yang paling parah dan agresif dibandingkan musim-musim sebelumnya. Kawanan tikus bergerak sangat cepat pada malam hari, menyisir dari satu petak lahan ke petak lahan lainnya.
“Malamnya sawah masih kelihatan hijau dan segar, tapi pas besok paginya dicek, tanaman sudah ambruk semua rata dengan tanah. Tikus-tikus itu memotong batang bagian bawah sampai putus,” ujar salah seorang petani dengan nada pasrah.
Upaya penyelamatan mandiri sebenarnya telah dilakukan oleh warga. Mulai dari memasang racun tikus, melakukan pengasapan (gropyokan) di lubang-lubang aktif, hingga memasang perangkap jaring di sekeliling pematang. Namun, populasi tikus yang meledak drastis membuat langkah-langkah konvensional tersebut kewalahan dan kurang efektif.
Kerugian Finansial dan Ancaman Modal
Dampak dari bencana hama ini sangat memukul perekonomian para petani. Mereka terancam mengalami gagal panen (puso) total. Padahal, modal yang dikeluarkan untuk musim tanam ini tidaklah sedikit, meliputi:
-
Biaya pembelian benih jagung unggul yang cukup mahal.
-
Pembelian pupuk dan obat-obatan pertanian.
-
Biaya operasional pengolahan lahan dan tenaga kerja.
Bagi sebagian besar petani, modal tersebut didapatkan dari hasil pinjaman. Dengan kondisi tanaman yang telah rata dengan tanah, jangankan meraih keuntungan, untuk mengembalikan modal awal saja mereka sudah tidak mampu.
Petani Berharap Solusi Nyata dan Bantuan Pemerintah
Menyikapi situasi darurat ini, para petani di Grobogan sangat berharap adanya perhatian dan tindakan nyata dari dinas terkait. Mereka membutuhkan pendampingan teknis untuk memutus siklus perkembangbiakan tikus, serta berharap adanya bantuan stimulan seperti benih atau keringanan modal guna menghadapi musim tanam berikutnya.
Jika tidak segera ditangani secara sistematis dan serentak, dikhawatirkan serangan hama tikus ini akan meluas ke wilayah kecamatan lain dan mengancam stabilitas pasokan serta ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung di Jawa Tengah.